Penyakit Diabetes Pada Anak

Diabetes melitus atau kencing manis sudah kita ketahui bersama dapat menimpa siapa saja tidak perduli usia dan jenis kelamin. Dan hal ini akan semakin menyedihkan apabila buah hati kita ternyata sudah terkena sejenis gula darah ini.

Diabetes melitus adalah penyakit dimana tubuh sudah tidak mampu lagi mengontrol kadar gula darah akibat tidak mampu memanfaatkan hormon insulin secara maksimal. Hal ini terjadi akibat adanya resistensi tubuh terhadap hormon insulin itu sendiri.

Diabetes pada anak juga tetap sama dibagi menjadi dua tipe yakni tipe pertama dan tipe kedua. Diabetes melitus tipe satu adalah kondisi dimana tubuh si penderita kekurangan hormon insulin sehingga membutuhkan bantuan insulin dari luar terus menerus.

Mengapa hal ini bisa terjadi karena kelenjar pankreas dalam tubuh kurang memproduksi atau bila kasusnya parah sama sekali tidak memproduksi hormon insulin. Hal ini bisa disebabkan oleh banyak faktor tentunya.

Diabetes melitus tipe dua adalah kondisi tubuh ketika kelenjar pankreasnya penderita masih berfungsi normal namun tubuh si penderita resisten terhadap hormon insulin yang diproduksi sehingga sulit mengatur kadar gula darah dalam tubuh. Dalam hal ini penderita diabetes melitus tipe dua biasanya tidak butuh bantuan insulin dari luar.

Gejala awal DM biasa disebut dengan 3 P, yakni polifagi (banyak makan), polidipsi (banyak minum), dan poliuri (banyak kencing). Akan tetapi, yang seringkali terjadi kalau anak banyak makan dan banyak minum, orang tua menganggapnya wajar.

Sering kencing juga dianggap wajar karena makan minumnya juga banyak. Itu yang membuat orang tua dan dokter kecolongan. Baru setelah anak terkena infeksi, baru diabetesnya kelihatan. Tanda-tanda anak yang menderita diabetes antara lain muntah, sering buang air besar, kesadaran menurun (koma), dehidrasi berat, kejang-kejang dan sebagainya.

Gejala lain yang harus diwaspadai orang tua adalah jika si kecil tiba-tiba ngompol. Misalnya, sudah 3-4 tahun anak tidak ngompol, lalu mendadak ngompol lagi. Hal itu harus dicurigai sebagai gejala diabetes.

Berikut adalah beberapa tanda dan gejala jika anak menderita diabetes:

– Infeksi jamur. Adanya infeksi jamur pada alat kelamin bisa menjadi tanda pertama dari diabetes tipe 1 pada anak perempuan.

– Anak-anak menjadi mudah lelah dan lesu. Hal ini disebabkan sel-sel sangat kekurangan asupan gula.

– Muntah atau sakit perut. Meskipun kurang umum, beberapa anak mengalami sakit perut atau muntah jika mereka memiliki diabetes yang tidak diobati.

– Anak selalu merasa lapar. Karena tidak adanya jumlah insulin yang cukup, maka gula yang diasup tidak akan bisa masuk ke dalam sel. Akibatnya organ akan kehabisan energi dan memicu rasa lapar yang terus menerus.

– Anak menunjukkan perilaku yang tidak biasa. Anak-anak dengan diabetes tipe 1 yang belum terdiagnosis seringkali menjadi mudah marah atau tiba-tiba menjadi murung dan kesal.

– Penglihatan yang kabur. Jika gula darah anak terlalu tinggi, maka cairan dapat ditarik dari lensa mata sehingga mempengaruhi kemampuan anak untuk bisa fokus dengan jelas.

– Penurunan berat badan. Meskipun anak makan melebihi biasanya, tapi anak-anak tetap kehilangan berat badannya. Tanpa adanya asupan energi dari gula, maka jaringan otot dan cadangan lemak akan menyusut. Penurunan berat badan yang tidak bisa dijelaskan seringkali menjadi gejala pertama yang diperhatikan.

– Terjadi peningkatan rasa haus dan sering buang air kecil. Kelebihan gula yang menumpuk di aliran darah anak akan membuat cairan ditarik ke jaringan, hal ini kemungkinan akan membuat anak menjadi haus. Akibatnya anak minum dan buang air kecil lebih sering dari biasanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *