Kenapa Penyakit Maag Kembung?
in Penyakit Maag

Kenapa Penyakit Maag Kembung?

Gangguan pada lambung atau lebih dikenal sebagai sakit maag seringkali timbul dari kebiasaan pada pola hidup yang kurang baik. Kesibukkan yang dialami terkadang membuat kita terlambat untuk makan dan pekerjaan yang menumpuk akhirnya menimbulkan stres.

Sakit maag bisa datang kepada kita tanpa disadari sebelumnya dan bisa saja kita terkena penyakit maag di saat sedang sibuk menjalani rutinitas pekerjaan sehingga tidak dapat melakukan aktivitas seperti yang sewajarnya.

Meski terkesan penyakit yang tidak terlalu berat namun bukan berarti kita boleh meremehkan sakit maag. Penyakit maag yang dipicu oleh sakit pada lambung bisa mengakibatkan gangguan pada pencernaan sehingga bila tidak ditangani dengan tepat maka bisa saja akhirnya mengganggu tubuh secara keseluruhan bila sakit yang diderita pada lambung sudah tergolong kronis.

Sakit maag dan radang lambung pada umumnya terjadi karena adanya luka atau iritasi di lapisan mukosa lambung. Sehingga dinding lambung menjadi merah bahkan mengalami bengkak, berdarah dan luka berparut. Luka juga bisa menjalar hingga ke usus dua belas jari.

Penyebab Penyakit Maag

Penyebab utama sakit maag yang paling sering muncul adalah kenaikan asam lambung dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengiritasi dinding lambung dan menimbulkan peradangan. Kenaikan asam lambung ini dapat disebabkan oleh zat-zat yang terkandung dalam makanan dan juga dapat dipicu oleh stress. Berikut faktor-faktor penyebab yang dapat menimbulkan sakit maag:

  1. Infeksi bakteri

Infeksi bakteri yang paling sering menyebabkan sakit maag akut atau gastritis akut adalah infeksi bakteri Helicobacter pylori. Penularan bakteri ini dapat terjadi melalui makanan yang tidak bersih yang dikonsumsi atau dari air minum yang tidak bersih. Infeksi bakteri H.pylori dapat menimbulkan maag akut dan dapat terus berlanjut menjadi maag kronis bila tidak segera ditangani.

Bakteri ini memiliki kemampuan untuk bertahan lama di dalam lambung dengan mekanisme perlindungannya mempertahankan diri dari asam lambung. Kaki-kaki dari bakteri H.pylori akan melekat kuat di dinding lambung ,mengeluarkan racun, dan menimbulkan reaksi peradangan yang merusak dinding lambung.

  1. Makanan yang menstimulasi peningkatan asam lambung

Makanan pedas dan asam dapat menstimulasi meningkatnya asam lambung. Peningkatan asam lambung tanpa disertai dengan asupan makanan yang cukup dan tepat dapat membuat asam lambung mengerosi mukosa lambung dan menyebabkan peradangan lambung.

  1. Maag karena obat

Obat-obatan penghilang rasa nyeri seperti aspirin, ibuprofen, dan naproksen biasanya menimbulkan sakit maag karena dapat mengikis mukosa lambung.

Obat-obat tersebut menurunkan kadar prostaglandin yang bertanggung jawab untuk mempertahankan dan melindungi mukosa lambung dari erosi akibat asam lambung. Hal ini akan mengakibatkan lambung mudah teriritasi dan mengalami peradangan.

  1. Infeksi virus

Infeksi virus yang paling sering menimbulkan sakit maag adalah infeksi Cytomegalovirus (CMV). Virus ini sangat mudah masuk dan menyerang lambung terutama pada orang-orang dengan sistem imun yang lemah seperti pada penderita kanker, HIV, atau setelah melakukan operasi transplantasi organ.

  1. Stress akut

Kondisi stress yang sangat berat atau sering dikatakan banyak pikiran oleh orang awam dapat menyebabkan sakit maag. Saat stress, stimulasi saraf vagus dapat merangsang peningkatan asam lambung. Jika dibiarkan berlarut produksi asam lambung akan terus meningkat dan melukai mukosa lambung.

  1. Infeksi parasit/cacing

Infeksi cacing golongan nematoda dapat merusak mukosa lambung. Infeksi ini dapat masuk ke dalam tubuh melalui makanan yang mentah misal pada masakan sushi atau ikan mentah yang sering dihidangkan di restoran Jepang. Infeksi cacing ini dapat menimbulkan gejala nyeri perut yang sangat hebat dengan menimbulkan pembengkakan, erosi, dan ulkus/luka pada lambung.

Penyakit Maag Mengalami Perut Kembung

Bagi orang yang sedang sakit maag, biasanya sering mengalami perut kembung, yang sulit dihilangkan. Biasanya sesudah makan makanan ataupun minuman yang bersifat dingin.

Perut kembung merupakan suatu permasalahan umum yang bisa terjadi pada siapa saja dan ini harus diatasi dengan tepat, untuk mencegah munculnya penyakit-penyakit yang berkaitan dengan saluran pencernaan.

Kondisi perut yang kembung dan banyak berisi gas ini, dapat mengakibatkan penderitanya terlihat seperti bengkak dan mengganggu sejumlah aktivitas. Ada banyak sekali ciri atau gejala yang muncul apabila seseorang mengalami perut kembung atau begah pada perut. Hal ini meliputi kenyang, sesak nafas, sendawa terus-menerus, atau pembengkakan di bawah perut.

Makanan Yang Harus Dihindari

Berikut makanan yang perlu dihindari oleh penderita penyakit maag:

– Hindari makanan minuman yang mengandung banyak gas dan terlalu banyak serat, antara lain sayuran tertentu (sawi, kol), buah-buahan tertentu (nangka, pisang ambon), makanan berserat tertentu (kedondong, buah yang dikeringkan), minuman yang mengandung gas (seperti minuman bersoda).

– Hindari makanan yang merangsang pengeluaran asam lambung antara lain: kopi, minuman beralkohol 5-20 persen, anggur putih, sari buah sitrus atau susu full cream. Kopi juga sebaiknya dihindari saat sahur karena akan merangsang buang air kecil berlebih (diuresis)

– Hindari makanan yang sulit dicerna yang dapat memperlambat pengosongan lambung. Karena hal ini dapat menyebabkan peningkatan peregangan di lambung yang akhirnya dapat meningkatkan asam lambung, antara lain makanan berlemak, kue tar, coklat dan keju.

– Hindari makanan yang secara langsung merusak dinding lambung, yaitu makanan yang mengandung cuka dan pedas,merica dan bumbu yang merangsang.

– Hindari makanan yang melemahkan klep kerongkongan bawah sehingga menyebabkan cairan lambung dapat naik ke kerongkongan, antara lain alkohol, coklat, makanan tinggi lemak dan gorengan.

– Beberapa sumber karbohidrat yang harus dihindarkan bagi penderita sakit maag, antara lain beras ketan, mi, bihun, bulgur, jagung, ubi singkong, tales, dan dodol.

– Kegiatan yang meningkatkan gas di dalam lambung juga harus dihindarkan, antara lain makan permen khususnya permen karet dan merokok.