Inilah Pengobatan Penyakit Maag Pada Ibu Secara Medis!
in Penyakit Maag

Inilah Pengobatan Penyakit Maag Pada Ibu Secara Medis!

Maag saat hamil biasanya muncul pada ibu hamil yang awalnya memang sudah menderita maag sebelum hamil. Maag yang benar-benar terjadi pada kehamilan sangat jarang terjadi. Sehingga wanita yang menderita maag sebelum hamil memiliki resiko yang lebih besar. Penyakit maag disebabkan oleh infeksi dari bakteri H, pylori.

Maag yang berat bisa menyebabkan tukak lambung dan ini sangat berbahaya untuk kondisi kesehatan ibu hamil. Ibu hamil bisa mengalami kekurangan nutrisi selama kehamilan karena tidak bisa makan dengan baik dan bisa menjadi penyebab berat badan bayi tidak naik atau resiko kelahiran prematur. Terlebih dengan kondisi morning sickness pada trimester pertama.

Maag sering ditandai dengan mual dan muntah, namun memang ada perbedaan mual hamil atau maag. Bahkan ibu yang menderita maag sebelum hamil bisa mengalami hamil yang tidak terdeteksi.

Untuk mengatasi penyakit maag ada beberapa obat yang bisa digunakan oleh ibu hamil. Silahkan lihat keterangan dibawah ini:

Pengobatan Penyakit Maag Secara Medis

Obat medis untuk ibu hamil harus diberikan secara hati-hati karena ada bahaya obat maag untuk ibu hamil. Obat bisa diberikan oleh dokter yang telah memeriksa ibu hamil. Jika diperlukan maka kerjasama antara dokter penyakit dalam dan ahli kandungan untuk menentukan perawatan maag terbaik bagi ibu hamil.

Hal ini dilakukan untuk mengurangi efek samping obat kimia yang bisa terjadi pada kesehatan ibu dan janin. Berikut ini obat medis yang sering diresepkan oleh dokter.

  1. Antibiotik

Antibiotik diberikan untuk ibu hamil untuk menyerang semua bakteri H, pylori yang menyebabkan maag. Jenis antibiotik yang paling aman seperti amoxicillin. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 1985-1992, terbukti jika antibiotik ini sangat aman untuk ibu hamil.

Tidak ada bukti nyata bahwa obat bisa menyebabkan dampak serius pada janin. Namun masa penggunaan obat harus diawasi oleh dokter termasuk untuk efek samping yang bisa diterima ibu hamil.

  1. Omeprazole

Obat termasuk dalam jenis inhibitor yang bekerja untuk mengurangi tingkat keasaman dalam lambung. Obat bisa mengatasi gejala maag yang tidak terlalu berat dan semua masalah lambung yang berkaitan dengan tingkat asam yang tinggi.

Asam lambung yang tinggi bisa menjadi penyebab mual saat hamil dan gangguan kehamilan seperti heartburn pada ibu hamil. Namun pemakaian obat harus diawasi oleh dokter.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh lembaga obat internasional menyatakan bahwa obat ini bisa meningkatkan resiko kerusakan janin, terutama pada trimester pertama. Obat jenis lain yang termasuk dalam golongan obat inhibitor termasuk Iansoprazole, esomeprazole, dan pantoprazole.

  1. Ranitidine

Ranitidine termasuk jenis obat untuk menghalangi atau mengurangi asam berlebihan dalam lambung atau saluran pencernaan. Obat ini bisa mengurangi pelepasan asam pada saluran pencernaan dan mengurangi rasa sakit seperti mual dan perih akibat maag.

Obat ranitidine untuk ibu hamil menurut badan FDA tidak menyebabkan masalah untuk janin, meskipun obat ini juga akan melewati plasenta dan bisa sampai ke janin. Namun pemakaian obat ranitidine hanya diijinkan dengan dasar pengawasan dari dokter. Jenis obat lain yang termasuk untuk menghalangi produksi asam termasuk famotidine, nizatidine dan cimetidine.

  1. Antasida

Antasida atau antacids menjadi obat yang paling ramah dan aman untuk ibu hamil. Obat bisa membantu mengatasi rasa sakit pada lambung dan membuat nyeri bisa hilang dengan cepat.

Namun obat ini bisa menyebabkan efek samping seperti diare dan sembelit atau tergantung kondisi kesehatan ibu hamil. Antacids mengandung bahan utama seperti kalsium karbonat sangat aman untuk ibu hamil dan harus dalam bentuk tablet kunyah.

Dan jenis obat antacids yang mengandung magnesium oksida dan magnesium hidroksida juga aman untuk ibu hamil. Ibu hamil sebaiknya tidak minum semua antacids yang mengandung bahan aluminium hidroksida dan aluminium karbonat.

Karena obat ini bisa menyebabkan susah BAB saat hamil dan perut melilit saat hamil. Antasida juga tidak boleh digunakan jika ada masalah seperti anemia pada ibu hamil dan hemoglobin rendah saat hamil karena obat ini menyebabkan penyerapan zat besi lambat dalam tubuh.