Apa Penyakit Maag Tidak Boleh Minum Teh?
in Penyakit Maag

Apa Penyakit Maag Tidak Boleh Minum Teh?

Maag (radang lambung) adalah suatu kondisi di mana mukosa lambung meradang atau membengkak. Maag dapat muncul secara mendadak (maag akut), atau berlangsung dalam waktu yang lama (maag kronis). Penyakit ini tidak berbahaya dan dapat disembuhkan dengan pengobatan tertentu.

Namun demikian, dalam beberapa kasus, maag dapat menyebabkan maag dan meningkatkan risiko kanker perut. Kondisi kesehatan seperti ini termasuk sangat umum. Namun, penyakit ini lebih banyak dijumpai dalam orang-orang yang mengonsumsi obat penghilang rasa sakit atau pecandu alkohol.

Penyakit Maag Tidak Boleh Minum Teh

Bolehkah penderita maag minum teh? Teh memang dianjurkan untuk dihindari oleh penderita sakit maag karena kandungan kafeinnya dikhawatirkan dapat memicu maag apalagi dalam keadaan perut kosong.

Namun hal ini kembali kepada derajat keparahan maag anda. Jika maag Anda ringan-sedang, teh masih diperbolehkan untuk dikonsumsi, misalnya 1 cangkir sehari. Namun jika penyakit maag Anda cukup berat, sebaiknya hindari dulu teh sampai anda benar-benar sembuh.

Teh dipercaya memberikan perasaan nyaman saat meminumnya. Ada yang mengatakan di saat stress baiknya kita minum teh, memang teh memiliki kandungan yang memberikan ketenangan pikiran kita namun tahukah Anda bahwa dibalik manfaatnya ternyata teh memiliki bahaya jika kita salah mengkonsumsinya.

Berikut ini bahaya teh jika salah mengonsumsi, antara lain:

  1. Sakit maag

Minum teh di saat perut sedang kosong ternyata membuat asam lambung semakin meingkat. Asam lambung terus di produksi dalam lambung untuk membantu proses penyerapan makanan di dalam lambung. Perut kosong dalam waktu lama saja sudah membuat resiko terkena maag apalagi jika anda minum teh, justru akan semakin meningkatkan produksi asam lambung.

Akibatnya lambung akan terjadi peradangan yang merupakan Anda sedang sakit maag. Usahakan untuk jangan minum teh sebelum anda makan, bahkan minum teh setelah makan pun juga memiliki bahaya dalam memhambat proses penyerapan zat besi. Oleh karena itu minumah teh di sela-sela waktu setelah makan sekitar 2 jam setelahnya, dan tentu dengan jumlah teh yang wajar.

  1. Osteoporosis

Selain timbulnya rasa nyeri yang diakibatkan oleh meningkatnya konsentrasi fluoride dalam darah, konsumsi yang berlebihan hingga 5 cangkir sehari akan membuat proses reabsorpsi lebih banyak mengikat kalsium yang sejatinya masih di butuhkan tubuh.

Artinya terlalu banyak minum teh akan membuat kalsium yang diserap ikut terbuang melalui urin. Padahal kita tahu bahwa kalsium menjadi nutrisi utama untuk memperkuat tulang dan persendian kita.

  1. Anemia

Kandungan kafein, fluorin, dan tannin pada teh di ketahui menghambat penyerapan zat besi yang berasal dari makanan. Zat besi sangat dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah. Jika kondisi ini terus berlangsung maka bukan tidak mungkin penderita akan mengalami anemia. Resiko bahaya kafein juga berdampak pada masalah kesehatan lainnya.

  1. Diare

Minum teh saat diare justru akan memperburuk keadaan. Konsumsi teh justru akan membuat feses menjadi lebih encer. Alih-alih untuk menenangkan perut justru sebaliknya kita akan di buat menderita dengan penyakit yang di sebabkan berkembangnya bakteri e.coli ini.

  1. Keguguran pada ibu hamil

Untuk ibu hamil sangat di perhatikan untuk tidak mengkonsumsi teh terlalu banyak. Studi yang baru-baru ini dilakukan menemukan bahwa komposisi teh yang mengandung kafein dapat merangsang kontraksi pada rahim. Akibatnya, untuk ibu hamil di usia muda akan membuat kandungannya berpotensi mengalami keguguran.